Terungkap… Inilah 11 Fakta Mengejutkan Pak Budi Guru yang Tewas Dianiaya Muridnya Sedih Banget!



Akrab di telinga sebagai lembaga mencerdaskan anak bangsa, sekolah justru jadi ajang pertunjukkan kekerasan. Yang umum terjadi, guru menyiksa peserta didik atau pertikaian di antara murid. Tapi kasus kali ini tidak disangka-sangka. Ternyata ada murid yang mampu dan tega tewaskan nyawa gurunya sendiri.

Kasus yang berujung maut ini terjadi pada kamis (1/2018) di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura.
Tidak dapat diselamatkan, sang guru, Ahmad Budi Cahyono, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Bikin sejumlah netizen bertanya-tanya, berikut sejumlah fakta terkait kasus guru yang meninggal setelah dipukul muridnya.

1. Waktu Kejadian
Berdasarkan laporan pihak berwajib, perkara terjadi sekitar jam 1 siang pada sesi jam terakhir.
2. Asal-Usul Pertikaian
Murid yang berinisial HI awalnya ogah mendengar materi yang disampaikan oleh Budi.
Bahkan, sikapnya menjadi-jadi dengan malah mengganggu teman-teman dengan mencoret-coret lukisan mereka. Tentu Budi tidak tinggal diam dan menegur murid yang ternyata anak seorang kepala pasar. Namun peringatan sang guru tidak dihiraukan HI. Ia justru semakin bersemangat mengganggu.
3. Keributan Akhirnya Pecah
Akhirnya Budi mengambil sikap dengan mencoret pipi MH menggunakan cat warna. Tapi HI tidak terima dan sontak melepaskan bogem mentah. Keonaran ini segera dilerai oleh sejumlah murid dan guru lainnya.
4. Luka yang Tertinggal

Keduanya kemudian dibawa ke ruang guru untuk menjelaskan duduk persoalan.
Surya.co id mendapatkan sebuah laporan yang membahas terkait kondisi Budi. “Saat itu Kepsek tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah Pak Budi.” Jadi dipersilahkan, “Agar Pak Budi pulang duluan.” “Kemudian Kepsek mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa sesampainya di rumah, Pak Budi istirahat karena mengeluh sakit pada lehernya.” “Selang beberapa saat, Pak Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.”

5. Beredar Selentingan Rumor
Beredar selentingan rumor, sebuah informasi menyebutkan saat Budi dalam perjalanan pulang, diduga dicegat HI. Namun, informasi ini masih misteri.
6. Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir
Budi secara mengejutkan akhirnya meninggal dunia jam 9.40 malam.
7. Masih Berstatus Honorer
Ternyata, Budi merupakan guru yang masih berstatus honorer dengan gaji Rp 400.000 sebulan.
8. Mengajar Seni Rupa
Sang guru yang mengajar di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, mengajar mata pelajaran Seni Rupa di kelas 9 tentang seni lukis.
Kendati demikian Budi juga jago bermain musik.
10. Jadi Idola Para Siswa
Pak Guru muda ini dikenal jago bermain beberapa alat musik, termasuk biola, dan memiliki paras yang tampan. “Dia guru idola para siswanya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Saiful Rachman.
11. Kasus Ini Harus Dituntaskan
Dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Saiful Rachman bertekat akan menuntaskan kasus penganiayaan siswa kepada gurunya di SMA Tarjon, Sampang. Baginya ini persoalan sangat serius dan harus ditindaklanjuti secara hukum.
Sang Kepala Dindik Jatim juga mencolek akun resmi Kemendikbud RI serta Pemprov Jatim di Twitter. (Grid.ID)
Terima gaji Cuma Segini
Guru yang dikenal multitalenta ini masih menerima gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Sampang. Hal ini diungkapkan, Kepala Dindik Jatim Saiful Rahman usai melayat ke rumah duka, Jumat (2/2/2018).
Apakah Dindik Jatim akan memberi penghargaan khusus kepada Budi, Saiful belum mau menyinggung soal itu. Sementara itu, salah satu rekan korban mengaku sangat kehilangan akan sosok guru ini. “Pak Budi itu kreatif. Jago main musik dan seni,” kata salah satu rekan Budi.
Dia sangat prihatin atas musibah yang dialami Budi. Apalagi sampai kini dia masih berstatus honorer yang hanya menerima gaji Rp 500.000 hingga Rp 600.000. “Tadi kami nglayat. Kasihan, istrinya hamil 4 bulan. Hamil pertama keguguran dan ini hamil kedua,” ucap rekan guru ini. (Surya)

Sumber : Tribun
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==