Pria tua itu datang dengan penampilan seadanya. Apalagi ia memanggul sebuah karung. Terlihat ia kesulitan membuka pintu, namun tak ada respon dari kantor pengelola keuangan.
Petugas resepsionis terlihat asyik memakan kuaci dan menatap sinis padanya. Begitu si kakek berhasil masuk, dengan acuh tak acuh ia menunjuk ruangan staf.
Di sana, semua karyawan terlihat menatap pada si kakek. Hanya beberapa detik, mereka kembali pada kesibukannya. Si kakek mencoba bertanya pada seorang staf yang masih muda. Namun ia malah dibentak karena mengganggu kesibukannya.
Ia mencoba mendatangi staf perempuan yang malah melengos. Tiba-tiba keluar pria berpenampilan necis, diduga adalah pimpinannya.
Si kakek mencoba berkomunikasi. Lagi-lagi ia dibentak, karena mereka sedang sibuk.
Si kakek pun dengan sopan mengucap permisi dan pergi.
Di kantor pengelolaan uang kedua, ia disambut ramah resepsionis yang membukakan pintu untuknya. Ia dipertemukan dengan manajer pengelola keuangan perusahaan tersebut.
Meski menatap aneh, namun ia pun tetap melayani si kakek dengan ramah. Setelah memberikan penjelasan, si kakek mengeluarkan isi karungnya.
Ternyata beberapa bonggol sayuran sawi. Manajer itu dengan sang resepsionis tetap bersikap ramah, bahkan memberi si kakek uang senilai sayur yang dibawanya.
Barulah kemudian si kakek menjelaskan, ketertarikannya menitipkan uangnya untuk dikelola di perusahaan itu. Ia membuka kelopak sayur sawi, ternyata ada seikat uang di sana.
Semua uang dikumpulkankan, jumlahnya 2 juta yen yang membuat manajer keuangan itu terlihat tak percaya.
Mereka kemudian bersalam sebagai penanda disetujuinya kerjasama kedua pihak.
Apa pelajaran yang bisa dipetik dari ‘drama’ di atas?
“Jangan suka merendahkan orang tolong nonton video ini sampai habis,” ujar Merry Lusideru yang mengunggah video tersebut di Facebook, Senin (18/2) lalu.
Hingga Jumat (23/2), video itu sudah dibagikan 39.161 kali
Merry kemudian turut berbagi cerita.
Dulu waktu saya kerja disebuah showroom mobil ada seorang bapak datang dari pinggiran kota membawa uang hasil jualan markisa dimasukan dalm kantong kresek hitam. Saya yg pertama masuk kantor waktu itu saya sangka dia orang gila karena kumal uang hasil jualan markisa dimasukan dalm kantong kresek hitam.
Di kepalanya ada handuk kotor pake kain sarung dan baju apa adanya…setelah semua karyawam hadir saya coba meloi dari jendela eh taunya dia sudah masuk ke dalam kantor dan ketemu sama cs lalu menyerahkan uang sejumlah 250jt untuk beli mobil cs lalu menyuruh ke tempat kami bagian penjualan sejak itu saya pun menyadari kalau kita tidak boleh menilai orang dari penampilannya…. heheheh ini mirip ceritanya makanya saya share video ini. Terimakasih bagi semuanya yang telah peduli dengan inspirasi kebaikan di video ini. Saya berharap sahabatku semua jangan cuma like tapi praktek dalam kehidupan setiap hari. Tuhan memberkati sahabat semuanya.

