Pada Ramadhan lalu, Aa Gym diberitakan meninggal dunia. Berita itu tak benar. Ttpi, Aa Gym trbkti prnah brada dlam kndisi krtis. Bhkan mengalami hipo hingga suhu tubuhnya di bawah 33 derajat celcius. Beliaupun pernah memberi tau wasiat layaknya orang yang bakal meninggal dunia.Yang paling menyentuh hati, ketika tubuh Aa Gym terus dingin. Dari 33,9 derajat celcius terus turun hingga 33,3 derajat celcius. Dlam kndisi smacm itu, Aa Gym tk mau dibwa ke rmah skit.Ia ingn meneruskan iktikafnya.
Keadaan tubuh yang terus dingin itu membikin Aa Gym merasa bahwa tak lama lagi ia bakal meninggal dunia. “Saya pikir, ya ini saat akhir nasib saya,” demikian Aa Gym waktu itu.
Aa Gym juga berpamitan terhadap jamaah yang hadir saat itu. “Saya minta dikubur di Eco Pesantren, jangan dibuat apa pun di atasnya, biar tanah terus kayak gitu. Pakai nisan
biasa sebagai penanda, tak boleh ada bangunan apa pun di atasnya,” pesan Aa Gym membikin suasana terus kecewa.
“Akhirnya, shalatlah sambil duduk,” kenang Aa Gym semacam dituturkannya pada menit ke-35.
“Mungkin itulah shalat paling baik ya, sebab saya merasa telah tak bakal ada lagi shalat. Nangiis saja. Rasanya itu shalat paling nikmat selagi nasib. Berakhir Fatihah, ruku’ lama. Apalagi pas sujud, ada andalan dicabutnya pas sujud saja, sehingga saya lama-lamain. Tpi kelamaan, kta Aa Gym dsmbut twa jmah.
Seusai dua rakaat, nyatanya Aa Gym tetap nasib. Dokter segera memberi minum air hangat serta lain-lain. Sebab tetap kuat, Aa Gym pun meningkatkan shalat dua rakaat lagi. Semacam shalat pertama, shalat kedua ini juga lama. “Dilama-lamain juga sujudnya, nyatanya nyampai juga tahiyat akhir”
Berakhir shalat, dokter memberbagi termometer. Ajaib, suhu tubuh Aa Gym langsung naik menjadi 35 derajat celcius. “Saya belum menemukan pasien yang hipo hingga 32 dapat naik ke 35,” kata dokter waktu itu.
Seusai itu, suhu tubuh Aa Gym terus meningkat hingga normal kembali. “Jadi ini babak kedua dalam nasib,” tutur pemimpin pesantren Daarut Tauhid tersebut.

