Kamu pasti pernah dengar dengan sebuah agensi yang biasa menjual keper4wanan seorang wanita yaitu Cinderella Escorts.
Agensi tersebut telah beberapa kali menjadi bahan pemberitaan karena berhasil menjual keper4wanan wanita-wanita itu dengan sejumlah uang.
Agensi tesebut pun sangat meyakinkan karena sempat mengunggah foto-foto para gadis itu dengan tulisan Cinderella Escorts begitu juga dengan beberapa foto vulg4r.
Setiap wanita yang ingin menjual keperaw4n4nnya tersebut juga disebut melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kesuciannya.
Tetapi, baru-baru ini ada seorang wanita yang mengatakan bahwa Cinderella Escorts tak seperti yang diberitakan di media, di mana mempromosikan bahwa seorang wanita bisa memilih apa yang ia inginkan dengan tubuhnya.
Seorang mantan "perawan" berbicara mengenai hal ini dan mengatakan bahwa yang dilakukan agensi ini hanyalah menghaluskan kata "perdagangan manusia".
Berikut ini adalah video pengakuan Aleexandra Kefren, wanita yang menjual keper4wan4nnya sebesar 2 juta dollar.
Ada yang mengatakan bahwa Kefren seharusnya sudah tahu bahwa ia akan mendapatkan hal itu juga saat berani tampil di tv nasional untuk diwawancara.
Tapi hal ini dibantah oleh sutradara film dewasa Harriet Sugarcookie yang mengatakan bahwa media pada umumnya malah mempromosikan Cinderella Escorts agar banyak perempuan bisa masuk ke jaring mereka.
Ia juga menambahkan bahwa setiap hari banyak perempuan muda ingin menjual keper4w4nannya karena apa yang diberitakan di media.
"Para perempuan ini dalam bahaya," tutup Harriet Sugarcookie dalam dua buat tweet di Twitter.
Harriet juga mengklaim bahwa publisitas yang diberikan Kefren ke Cinderella Escorts digunakan secara amoral oleh pemilik agensi tersebut Alexandros Kallinikidis untuk mendorong wanita muda yang masih polos untuk menjadi PSK satu kali saja.
Tetapi, kenyataannya adalah bukannya dibayar dengan uang yang besar setelah menjual keper4w4nan mereka, seperti di beberapa kasus dijual ke bintang Hollywood dan semacamnya, mereka harus menjadi pekerja seks dan melayani bisa sampai delapan orang dalam semalam di sebuah brothel di Eropa.
Setelah itu, Cinderella Escorts kemudian menjawab bahwa penjualan keper4w4nan Kefren memang nyata, tapi dibatalkan karena ia melanggar kontrak dengan memiliki seorang pacar.
Harriet kemudian mencari bukti lagi, yaitu seorang perempuan bernama Lauren yang jatuh ke umpan publisitas Cinderella Escorts yang dibuat oleh media besar dan mengungkapkan betapa liciknya pemilik agensi tersebut dengan menjualnya ke sebuah brothel di Atena, Yunani.
Ada banyak pula wanita yang mengklaim mereka merasakan hal yang serupa, yaitu ditipu oleh agensi itu.
Lauren yang saat ini bekerja sebagai escort menjabarkan :
"Pertama, Kallinikidis meminta foto gadis-gadis itu. Ia kemudian langsung menelponnya, tak peduli jam 2 pagi atau dua siang, ia pasti akan menelpon.
"Ia kemudian mengirimkan link artikel tentang agensinya dan mengatakan padaku bahwa aku harus membacanya sebelum melakukan hal lebih lanjut.
"Tentu saja, aku bukan perawan. Aku sudah melakukan escort sebelum di Eropa. Jadi ia menawariku sebagai escort kelas atas."
"Ia berbicara tentang wanita lain, yang telah masuk koran dan menghasilkan £9,000 (sekitar Rp176 juta) semalam. Ia mengatakan aku juga bisa seperti itu. Aku bisa ketemu klien dari berbagai belahan dunia.
"Terdengar aneh memang, tapi aku percaya padanya. Semua artikel tersebut mengatakan sesuatu tentang seorang wanita menghasilkan £9,000 per malam.
"Tapi semua itu adalah fiktif saat aku bekerja di brothel, aku berada bersamanya (wanita yang ada di koran) kadang-kadang. Ia ada di website brothel itu. Ia memang menghasilkan €100 (sekitar Rp1,7 juta), tapi jumlah itu tak akan sampai £9,000 per malam."
Alicia, mantan pekerja s4ks, juga mengonfirmasi cerita Lauren adalah benar dan mengklaim bahwa ia juga dijual ke sebuah brothel di Atena.
Cinderella Escorts mengatakan bahwa ia memiliki 5 brothel di sana dan banyak perempuan yang telah diperdaya untuk bekerja sebagai pelacur.
Alicia juga membeberkan bahwa bukannya dibayar ribuan dollar per klien, para wanita itu hanya dibayar 50 euro per kliennya, dan setengahnya sudah diambil sama Cinderella Escorts, jadi wanita-wanita ini hanya mendapatkan 25 euro per malam.
Dalam sebuah wawancara dengan UNILAD, Sugarcookie.com mengatakan mereka mulai mengetahui kebusukan Cinderella Escorts setelah didekati oleh Unit Perdagangan Manusia dan Perbudakan Moderen (MSHTU) yang juga sedang menginvestigasi agensi tersebut.
Seorang juru bicara mengatakan:
"Kami telah menginvestigasi selama berbulan-bulan. Kami baru melakukan terobosan setelah mendapatkan kontak jaringan perempuan yang pernah merasakan hal serupa. Yang kami lakukan hanya menceritakan cerita mereka. dan kemudian mereka akan menceritakan pengalaman mereka.
"Butuh dorongan yang besar untuk mereka. Ada beberapa yang melupakan pengalaman ini saking pahitnya. Dan mereka berharap wanita-wanita lain tak masuk ke perangkap yang sama sepertinya.
"Mereka bekerja bersama dan membagikan info agar semua yang terjadi ini bisa terjadi."
Walau kebenaran mutlak tentang Cinderella Escorts belum terungkap sepenuhnya, cerita-cerita ini bisa menjadi fakta bahwa yang terlihat baik belum tentu suatu kebenaran. (Dimas Setiawan)

