Korban minuman keras (miras) di Jawa Barat terus bertambah. Data Polda Jabar menyebutkan, saat ini ada 52 korban meninggal.
“Total korban miras di Jawa Barat ada 52 orang,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Enggar Parianom ketika dihubungi, Rabu (11/4/2018).
Enggar merinci, ke-52 korban yang meninggal tersebut terdiri dari 7 orang meninggal di wilayah Polrestabes Bandung, 38 orang meninggal di wilayah Polres Bandung, dan 7 orang meninggal di wilayah Polres Sukabumi.
Pihaknya terus menyelidiki siapa pengoplos dan pembuat miras oplosan tersebut. Saat ini, penjual, pembuat, dan pengoplos miras oplosan di wilayah Sukabumi sudah tertangkap.
Sementara di Polrestabes Bandung dan Polres Bandung untuk penjual sudah tertangkap, hanya untuk pengoplos dan pembuat masih dalam penyelidikan.
“Sekarang semuanya dalam pemeriksaan. Untuk tersangka JS dan HM yakni penjual di Cicalengka masih dalam pemeriksaan dan pendalaman,” katanya.
Enggar menjelaskan, ketiga peristiwa miras oplosan yang merenggut nyawa puluhan orang ini tidak saling berkaitan. Mereka melakukannya di wilayah berbeda.
“Ketiga ini tidak ada kaitannya, tapi kemungkinan bisa iya. Tapi Sukabumi tidak ada kaitannya, karena di Polres Bandung itu baru penjualnya ditangkap, pengoplosnya belum. Kalau sudah, beres kan ini,” jelasnya.
Cerita Tobi yang Lolos dari Maut Usai Tenggak Miras Oplosan
Maut hampir saja menjemput Tobi (18). Warga Kampung Cibeneur, Desa/Kecamatan Nagreg ini selamat setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan, berjenis ginseng. Seorang temannya meninggal dan satu orang masih dirawat.
Setelah dinyatakan sehat dan dizinkan pulang oleh dokter di RSUD Cicalengka, Tobi hanya tertunduk lesu di kursi yang ada di pintu IGD ditemani oleh pamannya, Yayat (47), menunggu dijemput oleh pihak keluarga.
“Masuk rumah sakit kemarin malam (10/4), sekarang sudah sehat dan dibolehkan pulang,” kata Tobi di IGD RSUD Cicalengka, Rabu (11/4/2018).
Tobi mengaku menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi perbuatan yang hampir merenggut nyawanya. Tobi merupakan pasien ke-8 yang diizinkan pulang pada pagi ini.
Tobi mengungkapkan, ia menenggak miras oplosan jenis ginseng tiga botol dan satu botol miras bermerk intisari bersama dua temannya Iwan (28) dan Tatang (32).
“Saya minum di dekat POM Bensin Lingkar Nagreg, Jumat (6/4) lalu, beli miras di depan Indomaret Citaman Nagreg,” ungkapnya.
Menurutnya, usai menggak empat botol miras sekaligus bersama dua orang temannya efeknya memambukkan. “Berselang dua hari, pas Hari Senin (9/4), pusing dan sakit perut,” ujar Tobi.
Tobi mengaku bersyukur karena nyawanya dapat selamat dari minuman maut itu. Karena Iwan saat ini masih dirawat secara intensif dan Tatang sudah meninggal dunia.
“Minumnya, ginseng sama intisari, ginseng dulu lalu intisari. Saya tidak tahu akan seperti ini, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini,” pungkasnya.
Korban miras oplosan di Kabupaten Bandung berangsur membaik, rata-rata sejumlah pasien yang dirawat di tiga rumah sakit di Kabupaten Bandung sudah dizinkan pulang.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Achmad Kustiadji. Menurutnya, meski pasien di RSUD Cicalengka, Rabu (11/4/2018) bertambah menjadi 122 orang dari sehari sebelumnya hanya 94 orang, namun rata-rata pasien di ruangan IGD dan rawat inap sudah beranjak pulang.
Pantauan di RSUD Cicalengka, selang waktu satu jam dari Pukul 06.00-07.00 WIB, tujuh orang pasien yang sudah dinyatakan sehat keluar dari ruangan IGD.
“80 persen sudah pulang di RSUD Cicalengka, kemarin malam saja yang dirawat di ruang rawat inap dari sembilan orang menjadi empat orang, belum lagi yang dirawat di IGD,” kata Achmad melalui sambungan telepon.
Achmad mengungungkapkan, total korban miras oplosan di Kabupaten Bandung menjadi 174 orang. 122 pasien yang masuk ke RSUD Cicalengka, 26 RSUD Majalaya dan 26 RS AMC Cileunyi.
“Korban meninggal dunia 41 orang. 31 orang di RSUD Ciclengka, 3 orang di RSUD Majalaya dan 7 orang di RS AMC Cileunyi,” ungkapnya.
Tidak hanya di RSUD Cicalengka, menurutnya di rumah sakit lain juga pasien sudah beranjak pulang. “Sama sudah pulang. Pasien yang masuk masih di tiga rumah sakit, belum ada kabar di rumah sakit lain,” tambahnya.
Salah satu pasien yang sudah dinyatakan sehat, Heri yang merupakan warga Cicalengka menyebutkan bahwa dirinya sudah sehat.
“Alhamdulillah sehat. Dirawat sehari di IGD, sekarang udah sehat. Saya minum dari Jumat kerasa kemarin,” ujar Hari.
Saat disinggung terkait lokasi dan tempat ia membeli miras oplosan itu, Hari memilih menutup mulut, meski awak media mengejarnya hingga halaman rumah sakit.

