Suami Masuk Penjara. Wanita ini Dibuat Teriak Oleh Adik Ipar. Malam-malam Diajak Beginian. TEGANG LIHATNYA


Menjadi seorang istri ujian yang dihadapi rupanya cukup berat.

Terutama saat mendapat musibah suami meninggalkan istri seorang diri.

Seperti kejadian berikut ini, yang begitu kasihan.

Berikut kisahnya yang dilansir Eberita.Org,

Suamiku memiliki karakter yang sangat mudah marah dan kasar, dua tahun yang lalu kami resmi menikah, dan tahun ini terjadi suatu hal yang sangat di luar dugaan.

Ada sebuah mobil yang mengangkut roti menabrak mobilku, saat itu aku dan suami sedang berada di dalam mobil.

Suamiku langsung marah dan tanpa pikir panjang, ia memukuli pengemudi mobil roti itu, sehingga pengemudi itu luka parah dan sampai saat ini masih duduk di kursi roda.

Pihak pengemudi melaporkan kasus ini ke polisi lalu mereka menangkap suamiku dan terkena hukum pidana selama 3 tahun.

Karena hal ini, keluarga kecil yang baru kami jalani menjadi hancur, uangpun sudah ludes untuk ganti rugi, mobil juga sudah dijual, rumah juga digadaikan di bank.

Aku tidak datang ke pengadilan, pada putusan hakim yang terakhir, aku tak ingin melihat suamiku, takut setelah melihatnya aku menjadi lepas kendali.

Di rumah, aku terdiam dan berpikir, "Kenapa?? Kenapa hal ini bisa terjadi? Baru saja menikah selama 2 tahun!

Kenapa aku memiliki kehidupan yang sangat pahit?!" Ibu mertuaku sangat baik terhadapku, ia menghiburku dan bilang bahwa kamu lebih beruntung daripada wanita-wanita janda diluar sana yang ditinggal mati oleh suaminya.

Akupun tertawa dengan sinis sambil menjawab,

"Iya, aku memang lebih beruntung dan tetap tegar, suamiku masuk penjara! Mau tidak mau aku harus belajar untuk tegar.."

Lalu ibu mertuaku membalas,

"3 Tahun adalah waktu yang sangat singkat, dalam sekejap mata akan segera berlalu”.

"Oh ya, memang bukanlah waktu yang sangat lama, tetapi bagaimana harus aku jalani 900 hari lebih ini", jawabku.

Aku ingin meninggalkan rumah ini, kutunggu suamiku dibebaskan dari penjara, setelah itu aku ingin bercerai dengannya.

Aku tak peduli dengan pandangan orang lain terhadapku, aku masih muda, baru berumur 26 tahun saja.

Awalnya, saat suami melamar diriku, ia berjanji akan merubah watak dan sifatnya yang sangat kasar itu, buktinya mana?

Lelaki memang semuanya sama, aku sangat membenci suamiku!


Ibu mertuaku mengerti pemikiranku tentang cerai, tapi ia diam tak berkomentar apa-apa.

Tentu saja! Apa yang bisa ia katakan kepadaku?

Semua ini adalah akibat dari anaknya, suamiku memiliki hutang yang besar kepadaku!

Tetapi karena ibu mertuaku sangat baik padaku, aku juga tak mungkin meninggalkannya begitu saja, langsung saja kuberikan sebagian dari tabunganku kepadanya, dan pesangon kepada adik suamiku (20 tahun), sifatnya sangat berbeda dengan suamiku, ia memiliki sifat yang lembut dan penurut, seperti seekor domba, sangat polos.

Setelah ibu mertuaku menerima uang yang kuberikan padanya, ia diam tak bergeming, akupun kembali ke tempat tidurku dan minum arak untuk melupakan semua hal yang tidak mengenakan.

Minum…minum….minum…. sampai kepalapun mulai terasa pusing, dan dengan cepat langsung tertidur…

Biasanya, tak pernah aku dengan mudah tertidur, selama hari-hari suami masuk penjara, aku selalu insomnia, tidurku tak tenang, bahkan aku sering minum obat tidur, tetapi kali ini aku dapat tidur dengan pulas sampai bermimpi.

Di dalam mimpi, aku.

Aku pun menjawabnya dengan nada tinggi, "Kamu jangan asal bicara!" Adik suamiku tetap menerobos, ia memelukku dari belakang dan memegang tanganku dengan erat.

Saat aku berteriak lepaskan aku, justru semakin erat lagi ia menggenggam tanganku, dan aku semakin meronta-ronta dan teriak lepaskan aku! Pergi kamu!!! PERGI!!

Ia pun langsung melepaskan aku dan pergi, suasana hatiku sangat kacau dan tidak tenang, semakin dipikir semakin marah, aku merasa dipermalukan, ini adalah suatu bentuk hinaan! Aku ingin segera keluar dari rumah ini, bisa-bisa aku semakin gila.

Keesokan harinya, ibu mertuaku langsung mencariku dan meminta maaf kepadaku, ia hanya tidak ingin aku pergi dari rumah, ia sangat menginginkanku sebagai menantunya.

Nasi sudah menjadi bubur, aku sudah tidak bisa memaafkan hal yang terjadi kemarin malam, dengan segera aku pindah ke rumah kontrakan lain.

Hari demi hari telah berlalu, tiba-tiba aku mendapat kabar dari adik suamiku bahwa ibu mertuaku masuk ke rumah sakit, dan kabarnya sakitnya sangat parah.

Adik suamiku ingin aku melihat ibu mertuaku sekali saja.

Saat itu aku sangat bingung, dan tidak tahu harus bagaimana.

Adik suami berkata, "Kita memang bersalah terhadapmu, tetapi harap kamu memaafkan kami dan berkata, mungkin ini adalah yang terakhir kalinya sebelum ibu pergi dari dunia ini."

Langsung ku ambil hp ku dan menangis, tapi. aku tetap tidak bisa menghapus ingatan pada malam itu, dimana adik iparku mencoba masuk ke kamarku, aku tak tahu apa yang harus kuperbuat. (*)

close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==