Wisata kuliner merupakan aktivitas yang menyenangkan. Ya, berbagai macam masakan dari berbagai kota dan daerah menyajikan cita rasa yang beragam akan begitu memanjakan lidah. Berburu kuliner khas daerah menjadi sebuah keasyikan tersendiri. Banyak rumah makan yang begitu membludak pengunjungnya. Bahkan ada yang datang dari luar kota.
Sayangnya, banyak kisah kurang sedap dalam dunia kuliner nusantara. Ada sebagian, walaupun tidak bisa dibilang semuanya, pedagang yang menggunakan penglaris atau pesugihan dalam menjalankan usahanya. Ada yang menggunakannya agar warung makannya makin laris. Ada pula yang
menggunakan jin untuk menghancurkan usaha penjual lain.
Hampir semua orang pasti pernah membeli makanan di pinggir jalan seperti sate, bakso, mi ayam, atau nasi goreng. Namun pernahkah kamu melihat ada warung makan yang ramai sekali? Apakah karena rasanya benar-benar enak? Atau justru menggunakan jin penglaris dagangan?
Kisah ini dialami oleh seorang gadis (sebut saja gadis) yang hendak membeli sate dipinggir jalan Jakarta. Pada waktu itu dia hendak membeli sate bersama keponakannya yang masih kecil. Baru sampai ditempat penjual sate gerobak, tiba-tiba keponakannya ketakutan dan memeluknya.
“Dedek kenapa?” Tanya gadis.
“Itu ada kakak, merah matanya, serem” jawab si bocah yang sambil gemetaran dan ketakutan.
Karena masih penasaran dengan apa yang dimaksud si dedek, gadis pun bertanya kembali.
“Dedek lihatnya dimana?”
Si bocah pun menjawab “kakaknya lagi pipisin sate-satenya,”.
Mereka pun langsung pulang dan tidak jadi membeli sate disana. Sampai dirumah, dia menceritakan kisah hantu penglaris tersebut melalui media sosial path-nya.
Beragam komentar pun datang dari netizen lainnya yang mengaku pernah mengalami hal yang serupa terkait dengan jasa penglaris dagangan tersebut.
Menurut komentar dari seorang netizen yang berasal dari Bogor, di daerahnya juga ada sebuah resto ayam goreng yang selalu ramai. Konon resto tersebut memiliki jin penglaris yang berwujud monyet.
Hal tersebut dibuktikan oleh dirinya yang merasakan apabila makan di resto tersebut, maka rasanya akan enak sekali. Namun ketika dibawa pulang, rasa ayam goreng tersebut menjadi biasa saja.
Pengakuan netizen lain terkait dengan jin penglaris ini datang dari penjual soto. Dengan kisah yang cukup mirip, keponakan yang datang bersama seorang ibunya ke warung soto tersebut langsung ketakukan dan menangis. Sambil menunjuk dengan tangannya, keponakannya itu mengaku melihat makhluk bertubuh besar yang lagi mengeluarkan air liur di atas panci sotonya.
Seorang Kyai yang tak ingin disebut namanya. Suatu ketika ia diajak teman karibnya untuk makan di sebuah restoran ternama di Jakarta. Baru saja duduk di kursi restoran, Tiba-tiba Kyai mendadak pusing dan buru-buru keluar tidak jadi makan.
Setelah keluar dari restoran, Temannya tersebut bingung dan bertanya, kemudian beliau memberikan selendang yang dipakainya pada temannya itu… tiba-tiba ia melihat 7 mahluk hitam besar t3l4nj4ng bulat berkeliling ke setiap meja untuk meludahi makanan yang dihidangkan kepada pengunjung.
Setan peludah hanyalah salah satu jenis pelaris, Sebenarnya banyak cara lain yang lebih menjijikkan yang dilakukan pemilik rumah makan agar warungnya laris.
Adapun ciri-ciri restoran / rumah makan atau tempat kuliner lainnya yang menggunakan Media Setan dalam usahanya yaitu:
Jika warung besar semacam restoran, Biasanya ada toilet atau ruang dekat dapur yang tak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali pemilik resto. Di dalam ruangan tersebut ada orang tua sudah renta yang kakinya dimasukkan ke air untuk dicampur ke kuah masakan.
Jika makan di warung pinggir jalan, lihatlah panci atau periuknya. Biasanya kalau pake penglaris hanya pemilik warung yang boleh buka, jadi, pembeli tak boleh sembarang ambil kuah atau lihat-lihat isinya.
Biasanya ada semacam buntelan kain putih di gagang centong sayur di tempat nasi atau di peralatan masak lainnya.
Warung pinggir jalan yang memakai penglaris, Biasanya tempat cuci piring maupun kegiatan cuci piringnya tak terlihat oleh siapapun.
Kalau dibawa pulang, rasanya berubah drastis, berbeda jika dimakan di warungnya. Dan makanannya pun cepat menjadi basi sehingga tidak sempat termakan. Namun jika dibacakan do’a dari ayat-ayat Alqur’an, maka rasanya berubah jadi seperti aslinya.
Lima tanda-tanda tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memintamu lebih waspada lagi kala berwisata kuliner. Hal tersebut memang nyata adanya dan sudah jadi perbincangan yang ‘biasa’ sedari dulu. Bahkan ada yang terang-terangan bilang kok. Memang nggak semua tempat makan demikian, hanya sebagian saja yang seperti ini. Banyak juga yang ramai karena benar-benar enak masakannya lho.
Khusus yang bisa melihat makhluk ghaib, adanya jin berbentuk cewek, pocong atau tuyul di warung makan pasti sering dialami.
Demikian salah satu trik curang dari oknum pengusaha warung makan agar laris. Tak perlu menghakimi semua warung-warung makan, karena tidak semuanya memakai trik hitam seperti ini. Bersekutu dengan setan dengan tujuan dan cara apapun tidak dibenarkan apapun kondisinya, dan ini merupakan perbuatan syirik yang akan membenamkan pelakunya ke Neraka Jahannam.
Sebagai orang yang beriman, jangan lupa berdoa, karena orang yang dekat dengan Allah SWT sudah pasti akan dijauhkan dari segala marabahaya. Berdo’alah dimana saja dan kapan saja, terlebih ketika akan dan setelah makan. Jika perlu bacalah ayat kursi
Semoga ada hikah yang bisa kita ambil dari tulisan di atas..
sumber : blogshah.com

