Kehidupan rumah tangga memang tak bisa ditebak. Ketika pria dan wanita telah mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan, maka keduanya haruslah berkomitmen untuk saling menyayangi sekaligus menghormati.
Namun, hal ini tak dilakukan oleh Jamila (bukan nama sebenarnya) terhadap sang suami, Husi (bukan nama sebenarnya).
Dilansir tribunnews.com, 10 September 2017 silam, kisah ini terjadi di Malaysia. Jamilah adalah seorang wanita yang cantik jelita. Dari pernikahannya dengan Husi, ia dikaruniai beberapa orang anak.
Meski telah hamil dan melahirkan beberapa kali, kecantikan Jamila sama sekali tak berkurang. Sayangnya, kecantikan fisiknya tak dibarengi oleh kecantikan hatinya.
Husi merupakan seorang petani yang lembut dan santun. Ia sangat menyayangi sang istri dan sering menuruti apa yang diingini istrinya.
Jamila pun meminta izin untuk bekerja, alasannya untuk membantu ekonomi keluarga. Jamila menjual beras selundupan dari Thailand. Dari bisnisnya ini, Jamila bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
Sayangnya, perlahan fungsi Husi sebagai kepala keluarga pun perlahan mulai menghilang dan digantikan Jamila. Jamila makin hari makin sibuk. Bahkan pernah tak pulang hingga dua hari. Husi tak mempermasalahkannya karena menganggap bahwa apa yang dilakukan istrinya demi keluarga.
Jamila yang sukses dengan bisnisnya membuat para tetangga merasa penasaran. Pasalnya, mereka yang mengerjakan bisnis serupa tak bisa membeli perhiasan dan barang mahal seperti Jamila.
Sejak saat itu, banyak yang memperhatikan gerak-gerik Jamila untuk mengetahui rahasianya.
Hingga kemudian, Jamila tertangkap saat mencoba memasukkan beras selundupan. Tapi, tak lama kemudian ia dibebaskan, sekaligus membawa pulang beras yang berusaha diselundupkan olehnya.
Padahal, warga yang lain harus membayar denda amat banyak. Beras selundupan mereka pun disita petugas. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi para warga.
Tak disangka, rahasia Jamila pun terbongkar. Ternyata dia memberikan suap pada petugas Bea Cukai. Bukan suap berupa uang, petugas akan dibiarkan tidur dengannya.
Tak hanya itu, Jamila ternyata juga mempunyai pekerjaan sambilan di Thailand. Dia rela menjual dirinya untuk mendapatkan banyak uang.
Warga yang awalnya penasaran akhirnya mendengar kabar ini. Mereka pun merasa jijik pada Jamila yang diam-diam mengkhianati sang suami.
Husi yang diberitahu perilaku sang istri, tak percaya pada omongan warga. Sebab, ia tak punya bukti dan tak melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Hingga suatu hari, Jamila tiba-tiba sakit amat parah. Menjelang kematiannya, peristiwa mengerikan terjadi. Ia mengonggong layaknya anjing. Selain itu, matanya terbelalak dan lidahnya menjulur keluar. Tubuhnya juga mengeluarkan bau tak sedap, padahal belum lama meninggal.
Tak berhenti begitu saja, kejadian ganjil juga terjadi saat pemakaman. Liang lahat yang telah diukur, mengecil saat jenazah Jamila hendak dimasukkan. Para penggali kubur harus menggali hingga 3 kali.
Anehnya, jenazah Jamila juga dikerubungi oleh hewan mirip lintah dan bertaring. Hewan ini menggigiti tubuh Jamila. Setelah berulangkali dibersihkan pun lintah ini kembali keluar dan menggigiti tubuh jenazah. Dengan terpaksa, jenazah Jamila dimakamkan dengan kondisi seperti itu.
Semoga kisah ini dapat menjadi peringatan bagi kita semua.

