Seorang Pemulung Menemukan "Uang dengan Bercak Darah", "Begitu Dilaporkan kepada Polisi Ternyata…" Ada Kejadian Tak Terduga Dibaliknya


23 Januari 2018, di Provinsi Jiangxi, Tiongkok terjadi sebuah penyelamatan yang luar biasa. Adalah seorang pemulung yang tanpa sengaja menemukan uang kertas senilai 100 RMB (sekitar 200.000 rupiah) yang terdapat bercak darah. Pemulung itu lalu melaporkan ke polisi. Diatas uang itu juga tertulis 110 (nomor telepon darurat) dan ada sebuah pesan yang tertempel mengatakan,"Mohon ada orang baik di luar sana yang bisa membantu saya melapor pada polisi dan menyelamatkan saya."

Setelah memahami situasi, polisi langsung pergi ke lokasi kejadian di mana pemulung itu menemukan uang tersebut dan melakukan penyelidikan. Melalui penyeledikan, polisi akhirnya menemukan 7 orang yang mencurigakan di lantai atas suatu bangunan. Polisi mencurigai kalau tempat tersebut adalah sebuah markas dari kelompok yang menjalankan bisnis ilegal. Polisi lalu membawa ke tujuh orang ini ke kantor polisi untuk diselidiki lebih lanjut.

Berdasarkan proses penyelidikan diketahui bahwa diantara tujuh orang yang dicurigai itu, salah satu diantaranya bernama Sun yang ternyata merupakan orang yang membuang uang dan meminta pertolongan. Pada akhir Desember lalu, ia ditawari untuk menjadi anggota sebuah kelompok bisnis bersama 6 pemuda lainnya. Ternyata 6 pria ini adalah kelompok yang menjalankan model bisnis skema piramida.

Skema piramida adalah model bisnis yang merekrut anggotanya dengan menjanjikan pembayaran atau jasa apabila mereka berhasil merekrut orang lain untuk bergabung. Berdasarkan skema ini, sebuah organisasi memungut bayaran dari orang-orang yang ingin bergabung, dan sebagai gantinya organisasi ini menjanjikan komisi apabila anggota-anggota baru dapat merekrut anggota lain.

Skema ini sangat menguntungkan bagi sang direktur, karena anggota-anggota organisasi terus terdorong untuk merekrut dan memasok uang ke puncak piramida. Namun, organisasi-organisasi tersebut jarang menjual produk atau menawarkan jasa yang berharga. Tanpa hal tersebut, keuntungan hanya diperoleh dengan merekrut anggota baru.

Sejumlah negara secara tegas menolak kegiatan bisnis berbasis skema piramida. Di Indonesia sendiri, praktek ponzi atau skema piramida dalam dunia jual beli resmi dinyatakan ilegal dan dilarang melalui Undang-undang No.7/2014 tentang Perdagangan. Bisnis ini tidaklah sekedar investasi real atau penjualan barang dan jasa. Skema Piramida adalah ilegal di banyak negara.

Model bisnis ini juga dianggap model yang tidak adil yang menjanjikan keuntungan melimpah bagi para anggotanya hanya dengan mencari anggota baru tanpa menjual sebuah produk nyata kepada publik. Kalaupun ada produk yang dijual itu hanya merupakan kedok untuk menyamarkan skema priramida tersebut. Dalam skema piramida ini hanya pendiri bisnis yang bersangkutan dan orang-orang pada level atas yang bisa menikmati kekayaan melimpah, sedangkan para pengikutnya pada level paling bawah yang nantinya pasti akan mengalami kesulitan dalam merekrut anggota baru akan mengalami kerugian atau defisit.

Sun sejak awal menolak untuk bergabung untuk menjadi anggota, mengingat bisnis ini adalah bisnis ilegal, juga hanya menjerat dan menyesatkan anggotanya. Namun, 6 pemuda lain pun tidak mungkin membebaskannya begitu saja karena takut Sun akan melaporkan mereka ke polisi. Sejak saat itu, Sun akhirnya disekap di tempat persembunyian mereka.

Polisi akhirnya menahan 6 pemuda itu atas tuduhan penyekapan dan juga melakukan perdagangan ilegal. Sun sendiri tidak lupa mengucapkan terima kasih pada pemulung itu, karena berkat dirinya lah kasus ini bisa terungkap dan Sun bisa selamat. Selain Sun, polisi juga mengucapkan terima kasih pada pemulung, karena selain berhasil menolong Sun, ia juga secara tidak langsung berhasil membantu menangkap kelompok perdangan ilegal tersebut.

Untunglah Sun juga bisa dengan cepat mengenali kalau model bisnis yang ditawarkan padanya adalah model bisnis ilegal. Selain itu, ia juga tetap positif saat menjalani penyekapan. Dengan demikian, ia lebih bisa berpikir secara jernih, memainkan kartu dengan benar, menggunakan kesempatan dengan baik untuk meminta pertolongan, dan akhirnya terbebas. Namun, faktor keberuntungan juga tidak bisa dipungkiri, karena promotor skema piramida adalah ahli psikologi kelompok.

Pada acara perekrutan peserta baru, mereka menciptakan suasana hingar-bingar dan antusias di mana terjadi tekanan kelompok serta janji-janji kemudahan memperoleh uang, menimbulkan kekhawatiran orang akan hilangnya suatu peluang baik. Pertimbangan-pertimbangan serta pertanyaan calon peserta diabaikan. Sulit sekali bertahan untuk tidak tergoda kecuali calon anggota, seperti Sun contohnya yang benar-benar yakin bahwa konsep ini menjebak. Selain itu, untung saja ada yang menemukan uang yang merupakan pesan permintaan tolong, lalu melaporkan pada polisi. Oleh sebab itu, kita tidak boleh mudah tergiur pada kelompok-kelompok yang menjanjikan iming-iming melimpah, karena bisa saja kalau itu merupakan tindakan penipuan atau perdagangan ilegal. Tetap hati-hati ya teman-teman, jangan sampai kalian tertipu!



Sumber: Looker


close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==